LANGIT LANGIT
DESA (Kumpulan
Cerita Hikmah)
Penerbit MIZAN, Bandung. 200 hal. Cet.
pertama 1993.
Buku kedua karangan
Pak Muh ini berisi kumpulan anekdot-anekdot yang mengandung hikmah. Kata
Pengantar diberikan oleh Damarjati Supajar dan Emha Ainun Nadjib. Berikut
adalah beberapa anekdot dari buku ini :
IBLIS BUKAN SUFI
Bagi beberapa
orang kiai di pedesaan, munculnya statement Ibnu ‘Arabi di media massa
benar-benar bagai halilintar di musim kemarau. Iblis yang selama itu hanya
dikenal sebagai la’natullah, tiba-tiba menyandang predikat baru sebagai
hamba Allah yang paling tinggi tauhidnya.
Percakapan ini terjadi antara seorang kiai dengan seorang ahli hikmah di
desanya.
Kiai : Bagaimana pendapat anda tentang statement Ibnu ‘Arabi mengenai iblis
?
Ahli hikmah : Benar !
Kiai : Jadi anda setuju dengan isi statement itu ?
Ahli hikmah : Bukan setuju atau tidak. Tapi statement itu benar menurut
pandangan intelektual Ibnu ‘Arabi.
Kiai : Tetapi Ibnu ‘Arabi itu seorang sufi besar !
Ahli hikmah : Ibnu ‘Arabi tidak bisa berbicara tentang iblis dengan sikap
sufinya. Karena iblis tidak punya sikap kesufian. Percuma ‘kan ?
Kiai : Apa sikap kesufian itu ?
Ahli hikmah : Melihat sesuatu sebagai sesuatu, tidak dengan pikirannya
tentang sesuatu !