![]()
METODOLOGI PROSES
Oleh: Muhammad
Zuhri
Ceramah ini disampaikan dalam acara STUDI TASAWUF
yang diselenggarakan Yayasan Barzakh
di Wisma PKBI Jakarta Selatan
pada tanggal 18 Februari 2001
Sebagai agama Tauhid dinul Islam memandu pengikutnya untuk selalu bersikap
utuh terhadap kenyataan dengan menawarkan sebuah
solusi yang brilian terhadap permasalahan eksistensial ummat manusia yang
mendua (berkutub) tanpa harus mengorbankan salah satu miliknya yang fitri.
Jalan yang ditempuhnya adalah dengan mencari titik temu atau sintesis dari
dimensi-dimensi wujudnya yang berkutub
ekstrim. Gaya hidup yang demikian yang mengacu setiap individu muslim untuk
bersikap adil yang dapat menciptakan wujud ummat yang seimbang (ummatan
wasatho)(Baqarah:143).
Sebuah metodologi praktis yang berangkat dari menejemen diri dan bersinambungan secara bertahap menguakan misteri ‘keterbatasan diri’, makhluk rohani, makhluk individu, makhlul budaya, makhluk sejarah hingga mencapai kesempurnaannya sebagai Insan Kamil. Meski semua itu turun dari Ilmu Allah lewat wahyu dan Rasul-ya, namun tetap sejalan dengan cara berfikir dan kebutuhan ummat manusia serta hukum-hukum naturalnya.(Q.Sr.Fushilat:53).
Selanjutnya mari kita kaji analisa dan sintesis-sintesis berikut:
| Kutub I | Kutub II | Solusi Sintesis | Menemukan Diri Sebagai |
| Makhluk Terbatas | Makhluk Memiliki keterbukaan terhadap Yang Tak Berbatas | Syahadat | Makhluk Rohani |
| Makhluk Rohani | Makhluk Jasmani | Shalat | Makhluk Individu |
| Makhluk Individu | Makhluk Sosial | Zakat/Tazkiah | Makhluk Budaya |
| Makhluk Budaya | Makhluk Qodrati | Puasa | Makhluk Sejarah |
| Makhluk Sejarah | Makhluk Kosmos | Hajji | Makhluk Abror /Insan Kamil |
Demikian Rukun Islam yang selama ini kita prasangkai sebagai doktrin/ritual yang mesti kita terima dengan serta merta, ternyata memiliki landasan yang kokoh dan logis ketika seseorang mulai bertanya-tanya tentang falsafah dan metodologinya yang akurat.
Semoga kita dijadikan oleh Allah di dalam golongan orang-orang yang mampu menolong agama-Nya dan dikokohkan langkah-langkah kita (Muhammad : 7)
Pati, 15 Februari 2001