QASIDAH CINTA
(Kumpulan Puisi Tasawwuf)
Penerbit PUSTAKA, Bandung. 138 hal. Cet. pertama 1993.
Sebuah buku kumpulan puisi karya Pak Muh yang pertama ini berisi 113 puisi ditambah sebuah ringkasan konsep kesufian yang melatari puisi-puisinya dan sebuah Peta Rububiyah. Kata Pengantar buku ini diberikan oleh Armahedi Mazar, seorang tokoh integralisme dari Bandung. Buku ini terbagi dalam lima bab. Bab I berjudul Dengan NamaMu berisi 26 puisi. Bab II berjudul Abad Kita berisi 23 puisi. Bab III Syair Putih berisi 22 puisi. Bab IV Ketika Insan berisi 19 puisi. Bab V Buat Pendaki Gunung berisi 23 puisi. Berikut adalah beberapa puisi yang termuat dalam Qasidah Cinta :
Dengan NamaMu
Dengan NamaMu
Tinggikan langitku
Supaya semerbak taman mawarMu
Dengan NamaMu
Lepaskan cakrawalaku
Supaya jauh terbang burungmu
Dengan NamaMu
Putihkan kabutku
Supaya lega napas bukitMu
Dengan NamaMu
Alirkan telagaku
Supaya hijau warna sawahMu
Dengan NamaMu
Sujudkan jiwaku
Supaya merah nyala apiMu.
Gubuk
Cintaku
Datanglah kemari, o kekasih yang semua
Di ambang gubuk cintaku mungil ternganga
Keranda bagi tubuh-tubuh yang tersia
Usah bicara tentang Tuhan, ketinggian dan kesucian
Reguk madu gunung kupunya untukmu
Atau terima cambuk merahku menyala
Biar melesat sukmamu membelah langit
Esok turun bagai embun paling dini
Menyiram lembah retak kemarau kini
Ditingkah tangis-syukur malaikat bidadari.
Air dan Sungai
Ciptakan jalinan hati
Tanpa kaitan kerja tak akan lestari
Karena banjir memerlukan sungai
Yang mengantarnya ke tepi pantai
Ciptakan jalinan karya
Tanpa ikatan hati tak akan abadi
Karena sungai mendambakan air
Yang memberinya jiwa dan makna hadir
Air dan sungai hanya sebuah tanda
Di dalam kehidupan nyata
Maksudnya: La ilaha illaloh
Muhammadur rasululloh.
Kaset Kaset Kosong
Bagai durian mentah
Sangat susah dibelah
Isi belum berasa
Jangan tanyakan aroma
Kekebalan kulit dan berat badan
Semakin jadi handalan
O sobat sayang
Alangkah tenangnya tidurmu
Kemarin kulihat sebuah bintang
Gugur dari angkasa
Tak tampakkah olehmu?
Cahayanya masih membekas di dada
Dan semua bintang bakal gugur
Ya, semua bintang pasti gugur
Katakan padaku!
Dimana kelak kau rekam cahayamu?
Munajad II
Wahai
yang Ada sejak sebelum sampai sesudah segala-galanya
Tuangkan kekinian- Mu ke dalam kesadaranku
Wahai yang tiada pada-Nya kedzaliman
Tuangkan keadilan-Mu ke dalam perbuatanku
Wahai yang tiada pada-Nya kebatilan
Tuangkan kebenaran-Mu ke dalam kenyataanku
Terhadap yang berlimpah pada-Mu aku miskin
Terhadap yang berlimpah padaku jelas Kau tak ingin
Maka tutuplah kelimpahanku dengan kelimpahanMu.